Lakukan Ini Bila Kamu Mau Beli Rumah Dari Developer!!

Apa saja yang harus diperhatikan ketika kita mencari info jual rumah di Semarang dan beli rumah idaman dari developer?  Banyak pemula yang merasa takut terkena penipuan, saat membeli rumah dari developer. Nah berikut ini hal-hal yang perlu Kamu ketahui saat Kamu akan beli rumah idaman Kamu. Salah satu tujuan keuangan yang ingin diwujudkan setiap orang adalah beli rumah idaman mereka. Ada yang ingin memiliki rumah dengan tipe rumah minimalis, ada juga yang ingin membeli rumah tipe modern, bangunan apartemen dan lain sebagainya. Beli rumah idaman tentu saja membutuhkan uang yang tidak sedikit, terkadang menyiapkan uang mukanya pun butuh usaha. Sungguh sangat mengesalkan jika kita sampai terkena penipuan oknum tidak bertanggung jawab dari pihak pengembang properti (developer).

Rumah Developer

Sebenarnya banyak keuntungan jika kita beli rumah dari developer:
Tidak peru repot mencari tanah, negosiasi tanah, tidak perlu bingung biaya membangun, konstruksi dan biaya pembangunan lainnya karena rumah sudah dibangun oleh developer.
Biasanya perumahan sudah didesain sesuai dengan peraturan yang berlaku, misal zona yang boleh dibangun dan fasilitas pendukung.
Bank juga bekerja sama dengan developer untuk mendanai dengan sistem KPR (Kredit Pemilikan Rumah).
Beberapa developer memberikan penawaran cicilan untuk uang muka dan diskon jika Kamu membayar secara tunai.
Transaksi hanya terjadi antara Kamu, Developer, Notaris dan Bank.

Namun sayangnya tidak sedikit juga oknum-oknum developer yang tidak bertanggung jawab. Oknum tersebut sering mengecoh dan merugikan calon pembeli, karena permasalahan pada legalitas (IMB dan Sertifikat) dan permasalahan pada pembayaran (uang muka, cicilan dan KPR). Kita sebagai pembeli  harus pandai-pandai mencari tahu kredibelitas developer. Salah satunya adalah kita melihat proyek-proyek yang sudah pernah dikerjakan sebelumnya, bertanya pada teman, saudara atau kenalan serta bertanya pada pihak bank. Pihak bank biasanya memiliki rekanan developer yang sudah terpercaya. Salah satu cara untuk menghindari hal-hal buruk tersebut, adalah dengan memahami proses, peraturan, syarat dan ketentuan dalam membeli rumah dari developer.

Apakah Kamu pernah mengamati properti yang ditawarkan oleh developer, pada saat mereka sedang pameran di mall? Kebanyakan dari developer menawarkan gambar atau konsep bangunan. Jadi info jual rumah di Semarang yang ditawarkan belum dibangun, paling hanya  rumah contoh (unit showcase). Jadi dapat disimpulkan developer jual indent atau pesanan awal. Jual indent bukanlah hal yang aneh, karena developer juga berusaha mengandalkan pembiayaan dari konsumen dan bank. Pembelian rumah secara indent memiliki beberapa pertimbangan hukum:

Perjanjian pembelian baru bersifat PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli). PPJB tidak memiliki kekuatan untuk serah terima kepemilkan. PPJB biasanya dilakukan antara developer dengan calon pembeli, setelah ada tanda jadi (booking fee) dan/atau uang muka. AJB hanya akan dilakukan jika rumah sudah jadi dan developer sudah memecah HGB.

Pembayaran Tanda Jadi atau Booking Fee
Pembeli pastinya memilih rumah yang ditawarkan oleh developer. Jika pembeli sudah setuju, kemudian pembeli memberikan tanda jadi atau booking fee. Besarnya booking fee tergantung dengan persyaratan yang ditentukan oleh developer. Biasanya Rp 5 juta – Rp 7,5 juta.

Pengurusan KPR
Kemudian pembeli menyiapkan persyaratan-persyaratan KPR. Bank akan melakukan appraisal, menilai kesehatan keuangan pembeli dan melakukan prosedur pengajuan KPR. Pihak developer tentunya akan mengawal proses pengajuan KPR, termasuk adanya buy back guarantee. Jika pengajuan tidak disetujui, biasanya ada sesuatu persyaratan atau kondisi yang tidak terpenuhi oleh pembeli. Kamu dapat melengkapi persyaratan yang kurang atau mengajukan kembali KPR di bank yang berbeda.

Pembayaran Uang Muka dan Tanda Tangan PPJB
Setelah pengajuan KPR disetujui bank, Pembeli harus membayarkan uang muka kepada developer. Uang muka ini besarannya sekitar 30% – 40% dari harga rumah. Ada beberapa developer yang memberikan kemudahan dalam uang muka, contoh program cicilan uang muka. Setelah itu Pembeli dan Developer akan melakukan perjanjian PPJB.

Proses Pembangunan
Setelah pembayaran uang muka, pihak developer akan segera melakuan proses pembangunan. Kamu dapat mengecek kontrak atau perjanjian lamanya pembangunan. Biasanya pembangunan memakan waktu 12 – 18 bulan.

Pembangunan Selesai
Pembeli perlu menunggu proses pembangunan, hingga pembangunan selesai 100%.

Serah Terima Developer dengan Pembeli
Setelah selesai, developer akan melakukan serah terima dengan pembeli.

Developer Memecah Sertifikat HGB
Proses serah terima, biasanya diikuti proses pemecahan sertifikat HGB. Tujuannya agar sertifikat dapat dibalik nama dari developer ke pembeli.

AJB di Notaris
Kemudian developer dan pembeli akan membuat akta jual beli. Setelah adanya AJB, pembeli dapat melakukan balik nama dan kepemilikan akan beralih kepada pembeli.

Balik Nama
Pembeli melakukan balik nama sertifikasi HGB.

Ubah HGB ke SHM
Pembeli meningkatkan status sertifikat yang awalnya Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi SHM (Sertifikat Hak Milik).

Seperti penjelasan di atas, pada dasarnya beli rumah idaman dari developer bukanlah hal yang sulit. Prosesnya relative lebih mudah dibandingkan jika kita membeli tanah dan membangunnya sendiri. Paling penting Kamu harus tahu apa saja konsekuensi hukum, lakukan pengecekan kredibilitas developer dan kenali info jual rumah di Semarang hingga proses pembelian rumahnya.

Related Posts

Lakukan Ini Bila Kamu Mau Beli Rumah Dari Developer!!
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Untuk mendapatkan Artikel terbaru, masukkan alamat Email Anda di sini